Di tengah menjamurnya jajanan anak yang mengandung pengawet dan perasa buatan terkadang kita teringat makanan tradisional khas waktu kecil dulu antara tahun 90an. Kala itu jajanan semacam chicky masih sangat jarang dan kalaupun ada harganya pasti mahal. Bersyukurlah kita pernah menikmati masa-masa itu. Salah satu makanan yang familier pada waktu itu adalah kue rangin, masih ingat bukan? Dulu kue ini dijajakan di depan sekolah-sekolah dasar. Kue dengan citarasa gurih ketika digigit ini semakin menambah lezat jika ditaburi gula di atasnya. Hemmmm, terbayang bukan lezatnya kue ini ketika sampai dimulut ,krenyessss. Tapi sayang, layaknya sebuah tren kini kue rangin sudah tidak sepopuler jaman kita SD dulu. Tergeser dengan berbagai jajanan modern, penjualnyapun tidak banyak, di Bojonegoro sendiri bisa dihitung dengan jari.
Salah satu yang
masih bertahan adalah Rusman, laki laki yang bertempat tinggal di Dander ini kesehariannya
memulai aktifitas berjualannya pada pukul 04.30 WIB. “ Satu hari biasanya
menghabiskan bahan 1 KG tepung terigu. Biasanya saya campur dengan 4 butir
kelapa,” tutur laki-laki yang memilih menjajakan kue ranginnya dengan berjalan
kaki ini sambil menuang adonan kue rangin di loyang. “Khusus hari minggu saya
mangkal di alun-alun sebelah barat, soalnya hari tu pas ramai-ramainya disana,”
sambungnya.
Bagi pembaca dan
masyarakat Bojonegoro yang ingin
bernostalgia dengan jajanan tempo dulu ini bisa menghubungi nomer ponsel 085203190807.
Menikmati jajanan sehat sambil bernostagia masa kecil akan mengasyikkan bukan?







