Pengenalan Kewirausahaan Pada Usia Dini
![]() |
| Pengenalan Kewirausahaan Pada Usia Dini dengan media bazar untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak di Desa Nglarangan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro |
Bojonegoro, 15 September 2017, pengenalan kewirausahaan bisa
dilakukan sejak pendidikan usia dini. Pengenalan ini bisa berjalan dengan
melalui belajar sambil
bermain yaitu dengan media bazar agar tertanam hingga dewasa. Hal ini
yang coba dilakukan oleh tim dari Program Studi Ekonomi IKIP PGRI Bojonegoro
yang terdiri dari Ayis Crusma Fradani, M. Pd. , Drs. Sarjono, M. M. , Dr. Ifa
Khoiria Ningrum, SE., MM. , Fruri Stevani, M. Pd. dan Rika Pristian F. A, M. Pd. di desa Nglarangan kecamatan Kanor kabupaten
Bojonegoro. Kegiatan ini bertempat di balai desa setempat dan diikuti oleh
anak-anak terdiri dari Paud dan TK yang ada di desa tersebut.
Saat ini, rata-rata masyarakat masih
ingin bekerja sebagai karyawan dibanding menjadi pengusaha. Padahal dalam suatu
Negara yang sedang berkembang, peranan para wirausahawan tidak dapat diabaikan
terutama dalam melaksanakan pembangunan. Mereka dapat berkreasi serta melakukan
inovasi secara optimal dengan mewujudkan gagasan-gagasan baru menjadi kegiatan
yang nyata dalam setiap usahanya sehingga bangsa tersebut akan berkembang lebih
cepat. Untuk itu pengenalan pendidikan kewirausahan sangatlah penting untuk
ditanamkan sedini mungkin, jelas Fruri Stevani, M.Pd. Kaprodi Pendidikan
Ekonomi IKIP PGRI Bojonegoro.
Karakter seorang anak dibangun
melalui apa yang yang didengarkan, apa yang dilihat dan apa yang dirasakan.
Pendengaran dan penglihatan adalah pintu masuk pelajaran sebelum masuk menempa
hati nuraninya. Melalui seluruh indra yang manusia miliki inilah, akan muncul
pembelajaranyang kuat terkait dengan apa-apa yang diterima oleh indra. Bila
anak terbiasa dengan dunia wirausaha sejak kecil, maka karakter inilah yang
akan muncul kelak ketika anak dewasa, imbuh salah satu anggota tim Rika Pristian F. A, M. Pd.
Dalam prakteknya anak-anak sangat menikmati kegiatan ini karena diselingi
dan dengan permainan dan mereka didampingi oleh Ibu Guru mereka.


